KERJASAMA USAHA WISATA
Garut, November 2025 — Upaya menghadirkan wisata alam berkelanjutan di Jawa Barat resmi memasuki babak baru. Melalui Rencana Induk Pembangunan Wisata Alam Studio Alam Papandayan 2025, PT Perjalanan Jelajah Indonesia (PJI) bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Nangklak Jaya menetapkan arah pembangunan destinasi wisata modern yang berpijak pada pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat.
Studio Alam Papandayan direncanakan berdiri di kawasan hutan Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Mempunyai luas pengembangan 23,04 hektar, proyek ini berada dalam area pengelolaan KTH Nangklak Jaya seluas 175 hektar yang telah memperoleh hak kelola melalui SK Menteri LHK Nomor 8767/MENLHK-PSKL/2023.
Dengan investasi sebesar IDR 25 miliar, Studio Alam Papandayan membawa visi membangun destinasi rekreasi yang memadukan keindahan alam, edukasi, dan konservasi. Proyek ini juga menargetkan menjadi pelengkap utama arus wisata ke Garut yang pada 2024 mencatat 3,3 juta kunjungan.
Kesepakatan 30 Tahun: Kolaborasi Kehutanan dan Pariwisata
Kerja sama resmi ditandatangani pada 14 Oktober 2024, dengan skema berbagi hasil 50% untuk KTH dan 50% untuk PJI. PJI diberi mandat mengelola dan mengembangkan wisata, sementara KTH bertanggung jawab menjaga kawasan hutan, melakukan penanaman, hingga perlindungan ekologi.
Kerja sama ini disusun berdasarkan sejumlah regulasi kehutanan, termasuk Permen LHK No. 4/2023 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial pada KHDPK, serta Permen LHK No. 13/2020 tentang pembangunan sarana wisata di kawasan hutan.
Kekuatan Lokasi: Panorama Gunung & Akses Strategis
Nangklak Jaya berada tepat di jalur utama menuju TWA Gunung Papandayan. Pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Papandayan, Cikuray, dan Guntur, termasuk lanskap Kota Garut saat malam hari. Lokasinya dapat ditempuh:
Pembangunan Tol Getaci akan semakin memperkuat akses wisata di masa mendatang.